Sumenep – NewsMadura, Kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di sejumlah SPBU Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai berkurang pada Juni 2026. Pengurangan kuota itu membuat pasokan Pertalite lebih cepat habis dibanding bulan-bulan sebelumnya.
Manager SPBU 54.694.20 Lenteng, Hisbul Maulana, mengatakan kuota Pertalite yang diterima SPBU yang dipimpinnya turun hampir separuh. “Sampai Mei masih sekitar 280 sampai 300 KL (kiloliter). Juni ini hanya 160 KL,” kata Alan, sapaan akrab Hisbul Maulana di Sumenep, Jumat (12/6/2026).
Alan mengaku juga mendapat informasi bahwa pengurangan kuota, tidak hanya terjadi di SPBU Lenteng, tetapi juga di sejumlah SPBU lain di Kabupaten Sumenep. Meski demikian, pihaknya belum mengetahui penyebab pasti penurunan pasokan kuota tersebut.
“Kami tidak tahu alasan pengurangannya. Apakah nanti kembali normal atau tidak juga belum ada informasi,” tambahnya. Menurut Alan, sejauh ini ia hanya mengetahui dari pemberitaan media bahwa konflik yang terjadi di Timur Tengah disebut berdampak terhadap sektor energi.
Namun, ia tidak bisa memastikan apakah pengurangan kuota Pertalite di Sumenep berkaitan dengan kondisi tersebut atau tidak.
Pengawas SPBU 54.694.20 Lenteng, Agus Wahyudi, mengatakan kondisi tersebut bukan karena stok Pertamax habis, melainkan pelayanan SPBU dihentikan sementara akibat cuaca buruk. Menurut dia, saat hujan disertai petir dan guntur, sistem operasional SPBU otomatis dihentikan demi alasan keamanan. “Kalau hujan disertai guntur, pelayanan dihentikan sementara. Jaringan juga dimatikan,” jelas Agus. Ia menjelaskan, penghentian layanan dilakukan untuk menghindari gangguan sistem maupun risiko keselamatan saat cuaca ekstrem. (Red)
Sumber: kompas













Komentar